Saturday, 28 July 2012
Story ~ Chinese Accept Islam
A Muslim scholar (sheikh) was on a visit to China to give a series of lectures to the local Muslim community. One day, he was scheduled to give a lecture at a local hall and was about to take a taxi along with his companions to that location.
They got into the taxi and the Sheikh asked about the length of time it would take to get to the lecture hall. The taxi driver, through the interpreter, answered "Two hours."
The Sheikh immediately turned to his companions and said: "well, we can't sit in this taxi with the driver for two hours and not tell him about our religion. If we did that then we would be no different than any other non-Muslim or kaffir who uses this taxi. We are the people that Allah (SWT) chose to carry His message and honoured us to be Muslims. It is our duty to tell this person about Islam."
However, the driver was a native Chinese and didn't have a common language with the Sheikh. They had to communicate through an interpreter.
Sheikh to interpreter: "Ask the man if he believes in any religion?"
Driver: "No, I don't believe in religion. I just get up in the morning, go to work and earn money. At the end of the day, I collect my money, go buy some food and drink for my family. What do I need religion for?"
Sheikh: "Ask this man if he has ever heard anything about Islam."
Driver: "Not much. I've seen a tape once and showed Muslims as violent people. I don't know much else."
Sheikh: "Ask him about computers. What does he think of computer?"
Driver: "I think the computer is an excellent invention. It is very useful and very sophisticated."
Sheikh: "Does he think that the computer could have invented itself or does he think that a human being invented it?"
Driver: "A human invented it, of course. It is not capable of inventing itself."
Sheikh: "Which one is more complicated the computer or the human being?"
Driver: "The human being is more complicated, of course."
Sheikh: "O.K., if the computer must have been invented by a human being, then it follows that a human being (which is more complicated) must also have a creator."
Driver: "O.K."
Sheikh: "In Islam, we believe that Allah is the creator of human beings and all other beings. Fine, now let's move on. Assume that you have never seen a computer before and never heard of it. If I brought a computer to you and gave it to you. Would you know what to do with it? Would you be able to use to its full potential?"
Driver: "No, I wouldn't."
Sheikh: "Now, if I gave you a catalogue for the computer, then you will be able to better use it? Correct?"
Driver: "Correct!"
Sheikh: "In Islam, we view Quran as the catalogue used by human beings to manage their lives. Without this catalogue, they will ruin themselves! Now, if this inventor of the computer assembled the machine and printed the catalogue, what would be the next step? He would need to train some engineers and others on how to spread the message about this machine. These people would, in turn, train others and others until everyone knows about the machine. In the example of Allah and Quran, the prophets of Allah play the role of the engineers. They learn the message and teach it to others so that the message will spread. Prophet Muhammad (saw) is the final messanger of Allah and he was ordered to take the message to all human beings."
By this time, the trip was coming to an end and they almost reached the lecture hall. But the Sheikh can see that there were tears coming out of the driver's eyes. The words of the Sheikh was having a significant effect on this driver.
Driver: "These ideas are very interesting to me. Do you mind spending 15 more minutes with me to tell me about this religion?"
The Sheikh agreed to spend those few minutes with this person and did. The man asked many questions and seemed genuine in his desire to learn more about this religion. At the end of these few minutes, the driver said: "I want to join this religion of yours. How do I do that?"
He was told that all he needs to do is say: "I bear witness that there is no God but Allah and I bear witness that Muhammad (saw) is his servant and messenger."
▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓
M A Y _ A L L A H _ B L E S S _ E V E R Y O N E
▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓▓
Saturday, 26 May 2012
Kau,
Kawan, Sahabat & Teman
Ketika mula bertemu.Terasa bagai telah lama bersua.
Kau sambut hulur tanganku..Bertegur sapa penuh mesra..
Masa terus berlalu..Dan kita tetap seiringan berjalan..
Menempuh onak liku...Lalui semua suka dan duka bersama...
Biarlah apapun rahsia...Dan kelemahanmu tetap engkau temanku...
Riangnya saat kita ketawa...Asyik senda dan bercerita...
Walau sesekali pandangan kita berbeza...Andainya tetap serupa...
Adakalanya kita juga saling terluka...Namun di akhirnya kita tetap bersama..
Dan kini dipisahkan dua benua...Saling mengejar cita...
Tak pernah kulupakan ...Detik yang indah bersamamu temanku..
Kupasti suatu masa....Engkau dan aku kan bertemu semula...
Kembali menjalinkan detik nan indah...Untuk kenangan bersama...
Khas buat kawan,sahabat dan teman...Terima kasih semua..
Friday, 25 May 2012
Khutbah Jumaat 25/5/2012
Tajuk :- Perniagaan dan Dagangan Kepada Allah
- Peniagaan di dunia bukan semua yang menceburinya.
- Kalau semua berniaga,siapa yang akan menjadi pembeli?
- Kegiatan manusia perlu dipelbagaikan bagi menjamin kehidupan masyarakat yang unggul.
- Bukan semua orang dapat menceburi bidang perniagaan kerana ianya mempunyai pelbagai risiko
- Tetapi, kita sebagai umat Islam, WAJIB mengadakan perniagaan untuk akhirat.
- Perniagaan yang dimaksudkan ialah perniagaan untuk jangka masa yang panjang untuk akhirat.
- Perniagaan akhirat tidak mendatangkan kerugian kepada kita,mala ianya mendatangkan kebaikan kepada kita kelak.
- Perniagaan diumpamakan seperti begini :-
Pembeli = Allah
- Perniagaan dan dagangan ini Allah telah berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 111:-
- Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar.
- Bukanlah menjual kepada Allah kerana Allah tiada keupayaan terhadap sesuatu perkara yang didagangkan oleh kita, tetapi kerana kita sebagai hambaNya.
- Maka sesiapa yang berniaga dan berdagang dengan Allah melalui amalan-amalan kebaikannya, nescaya Allah akan membalasnya dengan ganjaran pahala dan syurga..
- Marilah kita sama-sama berdagang di akhirat,yakni kepada Allah S.W.T.
- Berdagang di akhirat ialah dagangan yang mutlak hak milik Allah S.W.T.
- Cukupkanlah/lengkapkanlah rukun Islam kita.
- Allah juga berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 195 :-
- "Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik" (QS.Al-Baqarah: 195)
- Jiwa dan raga kita hanya kepada Allah S.W.T.
- Berdagang di akhirat kelak amat luas dagangannya.
- Allah hanya akan membeli dagangan kita yang terbaik sahaja.
- Amal yang dilakukan tidak menunjuk-nunjuk yakni mendaktkan diri kepada ria' dan munafiq.
- Amalkan sifat bersungguh-sungguh dan ikhlas dalam melakukan amal ibadat kerana Allah memerhati apa yang kita kerjakan.
- Rebut ganjaran pahala daripada Allah S.W.T.
- Abdikan diri dengan sepenuh-penuhnya kepada Allah S.W.T.
- Akhir sekali, ikhlasnya kita dalam beribadah.Allah berfirman dlm Surah Al-Bayyinah ayat 5 :-
- Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus.Sekian khutbah jumaat buat kali ini..renungan bersama..
Thursday, 24 May 2012
Saya Juga Ada Hati Seperti Orang Lain...
Assalamualaikum semua...Kali nieh post yang diutarakan mengenai diri saya pulak..Kadang-kadang saya berusaha untuk baik dengan semua orang..Tapi tidak semua yang dapat berbaik dengan saya..Biasalah,saya hanya budak-budak..Tapi,sekurang-kurangnya saya berusaha untuk menjadi yang terbaik walaupun saya tidaklah sesempurna yang dijangkakan...Saya pun bukanlah baik sangat,tapi saya berusaha ke arah itu..Selain dari keluarga,sahabat-sahabat,rakan-rakan dan kawan-kawanlah yang banyak membantu dalam perubahan itu..Apabila hilangnya seorang sahabat yang dapat berkongsi pendapat..Saya berasa seolah-olah ada sesuatu yang tidak complete.Senang cerita,tak taw nak cakap macam mana.Susah sangat nak terang..Saya pun macam orang lain jugak,saya pun ada hati...Kadang-kadang saya rasa apa yang saya buat macam tidak dihargai..Memanglah pengharapan itu sepatutnya pada Allah..But, we as human tidak lari dari kehidupan sesama manusia..Anyway terima kasih kepada insan yang bergelar sahabat yang mengenali diri ini..Mungkin saya tak cukup baik untuk anda...
Tetapi, saya juga ada hati seperti orang lain..
Kerana Ku Punya Hati dan Cinta
E'eh, mesti semua pelik kan pasal tajuk atas nieh.. Hehe. Jangan risau.. Saya akan kupaskan tajuk nieh dengan lebih detail. Semua manusia dikurniakan hati oleh Allah S.W.T. Tetapi, sejauh manakah kita telah menjaga hati kita dan orang lain.. Mesti semua fikir kan apa yang saya maksudkan. Maksudnyer disini, bukan hanya hati kita yang perlu dijaga.. Tetapi hati orang lain juga...Saya lebih suka memetik kata-kata dari seorang sahabat saya yang akan berangkat ke Riau selepas Hari Raya Aidilfiti nieh.. Kata-katanya amat jelas iaitu 'Kerana dakwah terbaik adalah yang memenangi hati, bukan mengguris hati'. Nampak tak? Pentingnya menjaga hati orang lain untuk menyampaikan dakwah.. Kalau la kita nak mengajak seseorang itu kearah kebaikan.. Takkan la kita nak cakap 'ko nieh malas buat ibadah sunat,ko ingat pahala ko tueh dh bnyak ker?'.. Kalau keluar ayat camtueh,konfem2 la orang tueh lagi taknak buat.. Be matured guys.. Memangla orang cakap tak semua perkara yang kita buat orang suka dan tak semua perkara orang lain buat kita suka.. But, we have our ways... Selain tueh, bila sebut bab hati nieh.. Ramai akan cakap,'suka hati saya lah'.. Kesian kan? Hati tueh tak tawu apa pun yang kita buat.. Hehe.. Hati juga kita gunakan untuk mencintai. Jap2,jeng jeng saspens kan.. Hehe..Bila sebut pasal cinta,kita as human,tak lari dari 3 Cinta nieh. Cinta yang pertama ialah, cinta kita terhadap Pencipta kita iaitu Allah S.W.T... Ramai manusia sekarang disibukkan dengan hal2 dunia, sehinggakan sudah lupa untuk mengingati Allah.. Saya harap anda tidak begitu ya kawan2... Cinta Allah melebihi semua cinta di muka bumi ini.
Cinta yang kedua ialah cinta terhadap Rasulullah S.A.W..Ya Allah, Rasulullah amat menyayangi umatNya..Sehinggakan disaat akhir kewafatan Baginda Rasulullah S.A.W tetap menyebut mengenai umatNya..Andai Rasulullah masih ada..Semerbaklah haruman baginda..Setiap jiwa ingin bersamanya..Nur Muhammad terus bercahaya...Law Ka Na Bai Nana... Saya berasa sangat bersyukur menjadi ummat Nabi Muhammad S.A.W.
Akhir sekali,cinta kepada manusia..Ehem2..Apa itu cinta manusia? Cinta manusia merangkumi cinta sesama keluarga,guru2, ibubapa,sahabat taulan dan tidak lupa juga bagi suami isteri..Wujudnya perasaan cinta ini apabila mencintai dan dicintai antara sesama manusia..Memang sukar digambarkan dengan mata kasar..Kerana ia lahir dari hati dan nurani..Kadang-kadang manusia sanggup membunuh diri kerana cintanya tidak dibalas..Hehe..Yang saya gambarkan nieh bukan kerana bukan cinta terhadap pasangan kekasih tetapi mungkin juga akibat kurangnya cinta dari ibubapa tersebut terhadap anaknya..Cinta antara manusia nieh kadang-kadang indah,kadang-kadang tidak.Jadi, berhati-hati sewaktu bercinta ya..Kita juga sering mengharapkan cinta dari seseorang,tetapi sejauh mana kita bersusah-payah meraih cinta Allah..
Saya rasa cukup sekadar sini bingkisan nurkilan diri..
Sekian,terima kasih semua..
Tuesday, 22 May 2012
After Every Rainfall Must Come a
Rainbow
They looked at each other and smiled. I wondered what were they chatting about. They were my friends when I was studying at Jordan University of Science and Technology (JUST), Jordan. We were on an aeroplane which was flying to Malaysia – my beloved country. I was returning to my homeland, Malaysia after four years studying in dentistry course in Jordan. After several hours, the aeroplane landed on the Kuala Lumpur International Airport (KLIA). My family had been waiting for me patiently at the arrival hall. I hugged my parents, I missed them so much.
After several months, I got a job as a dentist in Hospital Pulau Pinang. I was very grateful because my ambition to be a dentist become true. Every weekend, I returned to my hometown to visit my parents. I enjoy my weekly routine. One day, when I returned to my hometown I could see my parents’ were very radiant to receive my visit. What a surprise, they asked me to get marry quickly because they wanted to have grandchildren. They said that they could find someone to be my wife if I did not have anybody yet. I told them that I had a feeling for someone but I never told her about my feeling. They asked me to propose to the girl as soon as possible.
Her name is Ainun, she graduated from the University of Yarmouk, Jordan as Bachelor in Arabic Language. She has sparkling eyes and oval-shaped face. She is good-looking girl and petite but those are not the reasons of why I attracted to her. The thing that attracted me so much about her is her piety. I phoned my good friend, Isam who graduated from the same university as Bachelor in Usuluddin and asked him to represent me to propose to her. It was not polite to propose to her directly. After two days, Isam phoned me and told me that Ainun need some time to make a decision.
As I patiently waited for her decision, I prayed to Allah to give me the best. After three weeks Isam phoned me and he said that Ainun had made the decision and she wanted to see me. I was very nervous. We met at a restaurant. I was accompanied by my parents while Ainun was accompanied by her parents. Isam also came to be the middle person. My heart shattered into tiny pieces when I heard that she refused my proposal. I felt like there was no more light in my life. I was frustrated but I must respect her decision. I knew she must had her own reason why she refused me. I returned home with a broken heart, my mother gave me comfort. I could not sleep that night. For the whole night I had been asking myself what was my fault. For a week, I just thinking of her. I could not sleep well and lost an appetite.
Later Isam visited me. He tried to give support because he heard I was very down. He is a friend indeed. He reminded me verses from Holy Koran :
“so, Verily, with every difficulty, there is relief, Verily, with every difficulty there is relief”
(An-Nashrah: 5-6)
I felt calm when heard that. Yes, that is the promise from Him. I must be strong and patient to get through this. This was a test from Him and I must take it to strive. I realized if Ainun was not for me, it means that there would be someone else whom is more suitable with me.
Three months later, suddenly my mother phoned me. She asked me to return to my hometown because she had an important thing to discuss. I wondered what it was. I returned to my hometown on the weekend. My parent told me that they had chosen a girl to be my wife and they asked me whether I agree or not. I told them that I just go with their choice. The next week, I was brought to see my future wife. I was very shocked, I knew the girl. She was the girl whom I had admired during my study at secondary school. Her name is Juwairiyah, she graduated as Bachelor in Islamic Law from International Islamic University Malaysia (IIUM). She is a quiet girl and is good-looking too. The most important is her piety.
The next month, I married her. I am very happy now. It really true, His promise is true, with every difficulty there is relief.
Monday, 21 May 2012
Tazkirah Magrib 'Sirah' Oleh :Ustaz
Amri Nasrun
Pemerintahan Sulaiman Al-Qanuni
- Sultan Sulaiman Al-Qanuni merupakan Sultan Kerajaan Uthmaniyah yang kesepuluh dan paling lama memerintah dari tahun 1520 sehinggalah kematiannya pada tahun 1566.
- Di Barat, beliau dikenali sebagai Suleiman the Magnificent (Sulaiman Yang Hebat) dan di Timur, beliau dikenali sebagai Pembuat Undang-Undang (di dalam bahasa Turki Kanuni; Bahasa Arab: القانونى, al‐Qānūnī),sebagai jasanya di dalam memodenkan sistem perundangan kerajaan Uthmaniyah.
- Sultan Sulaiman menjadi pemerintah terkenal di Eropah pada abad ke 16, mencapai kemuncak kuasa ketenteraan, politik dan ekonomi kerajaan Uthmaniyah.
- Sultan Sulaiman sendiri telah memimpin tentera Uthmaniyah untuk menakluki kawasan Kristian di Belgrade, Rhodes, dan kebanyakannya diHungary sebelum penaklukannya dipatahkan di dalam Perang Vienna pada tahun 1529.
- Semasa pemerintahannya, angkatan tentera laut Uthmaniyah telah menguasai kawasan laut di Mediterranean sehingga ke Laut Merah dan Teluk Parsi.
- Sultan Sulaiman telah memecahkan tradisi kerajaan Uthmaniyah dengan mengahwini Roxelana, iaitu seorang gadis Eropah.
- Putera mereka iaitu Selim II menggantikanya berikutan kematiannya pada tahun 1566 selepas memerintah selama 46 tahun.
Seterusnya, Ustaz Amri Nasrun menyampaikan sedikit kata-kata hikmah :-
- Segala sesuatu yang kita perolehi itu,hendaklah disumbangkan ke arah agama.
- Segala kekayaan,kebijaksanaan,kemewahan dan kekuasaan hendaklah dikhidmatkan ke jalan Allah S.W.T.
- Punyai kekuatan itu hendaklah dikerahkan tenaga itu ke jalan Allah.
- Mengamalkan agama Islam itu dengan sebenar-benarnya.
- Kuasa yang kita ada,kalau tidak dimanfaatkan ke jalan Allah, kita akan menjadi pengikut syaitan yang setia.
- Tinju itu haram hukumnya.
- Kerana memudaratkan diri dan orang lain.
- Juga kerana merubah kewanitaan yang sedia ada.
- Hukumnya dilaknat oleh Allah S.W.T
- Wanita itu digalakkan berdakwah di jalan Allah,InsyaAllah syurga menanti bagi golongan wanita yang berdakwah di jalan Allah.
- Wanita yang baik ialah wanita yang menutup auratnya dengan sempurna.
Seterusnya, Ustaz menyambung kembali tazkirahnya mengenai Sultan Sulaiman.
- Sultan Sulaiman ini mempunyai Ilmu Ulum (Sains), Ilmu Tariq (Sejarah) dan Ilmu Sastera.
- Ayahnya meninggal dunia sewaktu umurnya 25 tahun.
- Banyak panglima-panglima tentera yang lama sewaktu pimpinan ayahnya, berasa tidak puas hati kerana umur Sultan Sulaiman yang muda telah menjadi pemimpin.
- Sultan Sulaiman telah memerintah selama 46 tahun.
- Sultan Sulaiman ini lemah lembut dalam pertuturannya digelar 'Rajulun Ijhtima'ie'
- Beliau juga amat menjaga kesucian Islam, sehinggakan penganut agama Kristian takut untuk membunyikan loceng gereja mereka.
- Sewaktu Sultan Sulaiman bermur 17 tahun, beliau telah menguasai 4 bahasa.Iaitu, bahasa Turki,Arab,Parsi dan Serbia.
- Sewaktu pemerintahannya,beliau telah menakluki benua Eropah.
- Setelah menguasai benua Eropah, beliau seterusnya membuka benua Afrika pada waktu itu terkenal dengan nama Sa'il Aj atau sekarang dikenali sebagai Senegal.
- Sultan Sulaiman Al-Qanuni meninggal dunia dalam pertempuran.
- Beliau merupakan seorang Sultan yang amat zuhud.
- Akhirnya, pemerintahan beliau disambung oleh anaknya dari isterinya yang berbangsa Eropah.
Subscribe to:
Posts (Atom)

.jpg)

.jpg)













